Do more than we can do
[ 3 Comments ] Posted on 05.06.09 under Tuntunan
Kita selalu mendekati Tuhan ketika kita sedang sakit, merasa susah, menemuai masalah, dsb., ini adalah wajar bagi setiap manusia yang hidup. Akan tetapi sedikit dari kita yang mengetahui bahwa cara pandang kita dan cara pandang Tuhan adalah beda. Kita berdoa karena memohon bantuan Nya supaya terlepas dari sakit, susah atau masalah. Tetapi Tuhan memandang dg cara pandang yang lain, Tuhan sangat senang ketika ada hamba Nya yang meminta berdoa mendekat pada Nya. Oleh sebab itu Tuhan tidak melihat masalah yang kita hadapi, tetapi Tuhan melihat dari doa yang kita perbuat, sehingga Tuhan lebih sering memberi kita sakit, susah atau masalah supaya kita sering mendekat pada Nya.
Dikutip dari Super Mario Teguh
[ 1 Comment ] Posted on 03.12.09 under Agama
Pernah aku berharap sesuatu, tetapi seringkali apa yang aku harapkan itu sulit aku raih. Dan suatu aku tidak menginginkan sesuatu, lalu sesuatu itu datang tiba-tiba. Lalu aku bertanya pada diriku sendiri, kenapa ya?
Suatu saat aku menginginkan imanku bertambah, lalu aku ingat akan hadits Qudsi yang intinya: Kalo engkau mendekati Ku sedepa, Aku mendekatimu sehasta. Kalo engkau mendekati Ku dengan berjalan, Aku akan mendekatimu dengan berlari”. Sehingga apa-apa yang aku inginkan haruslah aku memberi dahulu, setelah itu aku akan menerima apa yang aku berikan ke orang lain (sedekahkan). Kalo aku ingin tambah ilmu, berarti aku harus banyak memberikan ilmu dulu ke orang lain, sehingga ketika yang diberi ilmu mempunyai masalah ato mempunyai ide, maka selanjutnya ilmuku akan bertambah dengan sendirinya. Kalo aku ingin kaya maka aku harus memberikan sedekah dulu kepada orang lain yang lebih membutuhkan, karena Tuhan-ku berjanji akan menggantinya minimal 10 kali lipat, tergantung keikhlasanku. Dalam Qur’an dijelaskan “Lain sakartum la aziidannakum, walain kafartum innaa adzaabi lashadiid”, yang kira-kira artinya, ”Bila engkau bersyukur pada Ku maka nikmatmu Ku tambah, namun apabila engkau kufur pada Ku maka azabku sangat pedih”.
Ternyata ketika kita bergantung kepada Allah, maka Dia akan memudahkan segala urusan yang aku punya, bahkan sering memberikan sesuatu lebih dari yang kuduga. Mungkin benar juga kata orang-orang bijak “Kalo kita tanam padi akan tumbuh rumput, kalo kita tanam rumput gak mungkin tumbuh padinya. Kalo kita menginginkan akherat maka dunia pun akan kita dapat, tetapi kalo kita menginginkan dunia maka akherat gak mungkin kita dapatkan.”
Alhamdulillah ya Allah, ternyata keimanan merupakan anugerah terindah yang aku dapatkan dari Mu. Aku mohon engkau tambah lagi keimanan ini, karena hal itu akan menambah semua dunia yang aku inginkan, amin.
[ 1 Comment ] Posted on 03.12.09 under Agama
Dalam kotbah Jum’at tanggal 27 Februari 2009 diceritakan: ada seorang yang menghadap raja dengan keahlian melempar sebuah jarum dan berdiri di atas tanah, dia lempar lagi satu jarum masuk ke lubang jarum pertama, dia lempar lagi satu jarum masuk ke lubang jarum kedua, dan seterusnya sampai 100 jarum. Lalu raja memberikan seratus dirham, dan memberikan seratus hukuman cambuk. Lalu orang itu tanya buat apa seratus dirham dan seratus cambukan, lalu raja menjawab: “Seratus dirham untuk keahlianmu menyusun jarum dan seratus cambukan untuk tiada manfaat sedikitpun bg manusia ilmu tersebut.”
Dari cerita kotbah di atas dapat disimpulkan bahwa setinggi apapun ilmu dipunyai seseorang, kalo tidak bermanfaat bagi orang lain akan sia-sia. Sebaik2 ilmu ketika ilmu itu diaplikasikan ke kehidupan sehari-hari. Lebih buruk lagi ketika seseorang punya ilmu hanya dipakai untuk kepentingan pribadinya saja, dan merugikan orang lain. Semoga Allah selalu memberikan ilmu yang bermanfaat bagiku, dan akupun tidak ragu2 dan ikhlas melakukannya, amin.
[ 3 Comments ] Posted on 02.24.09 under Tuntunan
Mungkin terlalu aneh kalo kita tanya kenapa surga bertingkat, tapi mungkin Tuhan menciptakannya untuk ummatnya juga berdasarkan tingkatan kebaikannya. Tingkatan tersebut berdasarkan ketika hambanya berbuat kebaikan: hanya untuk dirinya, untuk keluarganya, untuk kerabatnya, bahkan untuk seluruh umat. Tingkatan seperti inilah yang membuat seorang hamba akan berperilaku berbeda dengan hamba yang lain, sehingga Tuhan pun akan memberikan penghargaan yang berbeda antara satu dengan yang lain.
Dalam dunia kerja mungkin seseorang bekerja dengan baik, akan tetapi rizki dari kerja dipakai untuk keperluan sendiri, tentu Tuhan akan berbeda memberi penghargaan atas kerjanya dengan yang dipakai untuk keperluan keluarga. Demikian seterusnya. Dalam bekerja pun Tuhan akan memberikan penghargaan yang berbeda kepada seseorang yang bekerja untuk kebaikan seluruh bangsa, untuk kebaikan profesinya, untuk kebaikan kantornya, untuk kebaikan teman2 terdekatnya saja, atau hanya untuk kebaikan dirinya sendiri.
Perbedaan pemikiran tentang kerja inilah yang membuat perilaku sehari-hari kita dalam bekerja itu berbeda antara satu sama lain. Dan seringkali saya menganggap teman/orang lain sombong hanya karena saya tidak mampu berpikir sebesar yang orang lain lakukan. Saya sering beranggapan bahwa teman saya sombong hanya karena dia mengancam kedudukan saya, mengancam kepentingan saya.
Semoga Tuhan memberikan tuntunan kepada saya dalam bekerja, sehingga Tuhan memberikan surga Nya yang terbaik untuk saya. Amin
[ No Comments ] Posted on 12.09.08 under Tuntunan
Ini adalah pengalaman ketika saya dulu bekerja di Malaysia, Saya bekerja sebagai asisten restoran manajer trainee di Pizza Hut. Oleh area manager, saya disuruh belajar manajerial yang lebih untuk jadi asisten restoran manajer. Area manajer menyuruh restoran manajer untuk mengajari saya tentang manajerial, seperti kebiasaan orang Indonesia lainnya saya mencoba untuk menunggu diajari, supaya tidak terkesan agresif. Trus area manajer tanya sudah belajar apa, saya jawab restoran manajer belum ngajari. Ketika area manajer tanya restoran manajer sudahkah ngajari saya, dia jawab belum dengan alasan saya belum tanya. Dari kasus tersebut restoran manajer memberikan arahan ke saya bahwa orang sombong itu bukan orang kaya yang gaya, bukan orang pandai yang gaya, dsb., itu semua sifat alami manusia.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa orang sombong adalah orang miskin yang gak mau bekerja keras, orang sombong adalah orang bodoh yang gak mau belajar, orang sombong adalah orang gak ngerti tapi gak mau tanya, dsb. Setelah saya pikirkan kok bener juga yang dikatakannya, meski tidak biasa untuk lingkungan kita. Tapi saya akan mengambil pelajaran baik tersebut untuk membuat diri saya lebih baik lagi, semoga Allah memberikan petunjuk.
[ 1 Comment ] Posted on 11.20.08 under Tuntunan
Ketika aku mengendarai sepeda motor sekilas aku baca iklan ditepi jalan “Be Big, Thinks Big”, slogan yang begitu simple tapi mempunyai makna yang dalam. Mungkin artinya adalah konsekuensi hidup. Ketika aku ingin menjadi orang besar, maka aku harus mempersiapkan hal-hal besar, berpikir besar, berperilaku seperti orang besar, mungkin harus beramal dengan skala besar, dan lain-lain. Sebaliknya ketika aku ingin menjadi orang biasa, maka aku hanya perlu berbuat hal-hal yang biasa saja, berpikir biasa berperilaku seperti orang biasa, beramal seperti orang biasa, dan lainnya seperti orang biasa.
Tapi kenyataannya aku seringkali berpikiran bahwa aku ini orang besar, namun selalu berbuat seperti orang biasa saja, bahkan mungkin lebih dari itu, aku sering berperilaku seperti orang yang berkekurangan. Menghalalkan segala cara dalam mencari rizki, kerja sana-sini, tipu sana tipu sini, dsb. Kadang-kadang aku sengaja berbuat seperti itu hanya untuk sebuah kemenangan, gengsi, harga diri, dsb.
Semoga Tuhan mengampuniku.
[ 4 Comments ] Posted on 05.21.08 under Tuntunan
Tidaklah sulit kalo kita dihadapkan pada pilihan, kita bisa pilih apa saja yang kita inginkan. Kalo kita dihapkan pada pilihan surga ato neraka, mungkin semua orang tanpa ragu-ragu memilih surga. Akan tetapi akan menjadi sulit apabila setelah pilihan itu disertai konsekuensi. Seringkali kita ato saya pingin masuk surga tapi berat sekali untuk menjalankan konsekuensi masuk surga. Bagaimana saya harus dengan berat melakukan sholat, puasa dan ibadah lainnya. Bahkan perbuatan yang menjerumuskan saya ke neraka begitu menyenangkan, dan melakukannya tanpa merasa keberatan.
Begitu juga kalo kita sudah masuk menjadi pegawai negeri sipil, mestinya saya tahu kalo pilihan kerja saya tidak bisa berharap jadi kaya raya (mungkin cukup). Tapi mengapa masih ada saja keinginan untuk menjadi kaya raya walau dengan jalan yang mungkin bisa menyakiti hati saya untuk menuju surga. Bisa jadi saya menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya.
Ada yang bisa membantu mengobati hati saya? Salam kenal
[ 2 Comments ] Posted on 04.24.08 under Uncategorized
Welcome to Blog.unair.ac.id. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!